Aspek-Aspek Kohesivitas Kelompok Menurut Forsyth

Posted on

Menurut Forsyth (1999) kohesivitas adalah kesatuan yang terjalin dalam kelompok, di mana setiap individu menikmati interaksi satu sama lain, dan memiliki waktu tertentu untuk bersama dan di dalamnya terdapat semangat kebersamaan yang tinggi.

Kohesivitas merupakan konsep yang multidimensi dengan indikator yang bervariasi. Dalam bukunya An Introduction of Group Dynamic Forsyth (1999) menjelaskan bahwa ada empat aspek komponen kohesivitas kelompok :

  1. Kekuatan Sosial (Binding force)

Keseluruhan dari dorongan yang dilakukan oleh individu dalam kelompok untuk tetap berada dalam kelompoknya. Dorongan yang menjadikan anggota kelompok selalu berhubungan. Kumpulan dari dorongan tersebut membuat mereka bersatu.

  1. Kesatuan Dalam Kelompok (Group unity)

Perasaan saling memiliki anggota terhadap kelompoknya dan memiliki perasaan moral yang berhubungan dengan keanggotaannya dalam kelompok. Setiap individu dalam kelompok merasa kelompok adalah sebuah keluarga, tim dan komunitasnya serta memiliki perasaan kebersamaan.

  1. Daya Tarik (Attraction)

Daya tarik merupakan properti kelompok yang berasal dari jumlah dan kekuatan sikap positif antara anggota kelompok. Individu akan lebih tertarik melihat segala sesuatu dari segi kelompok daripada melihat dari sisi sebagai anggota secara spesifik.

  1. Kerja sama Kelompok (Teamwork)

Sebuah proses dinamis yang direfleksikan dengan kecenderungan suatu kelompok untuk tetap terikat bersama dan mempertahankan kesatuan dalam usaha untuk mencapai tujuan. Individu memiliki keinginan yang lebih besar untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok.

Hingga sampai saat ini banyak sekali peneliti yang meneliti menggunakan teori kohesivitas dengan berbagai macam indikator karena konsep kohesivitas ini tidak sederhana sebagaimana proses yang berdiri sendiri, tetapi memiliki proses yang multi komponen dengan indikator yang bervariasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *