Dimensi-dimensi Iklim Kerja Menurut Para Ahli

Posted on

Dimensi-dimensi iklim kerja menurut Litwin dan Mayer, 1968 ( dalam Suryana Sumantri, Perilaku Organisasi, 2001 : 137) adalah sebagai berikut :

  1. Conformity

Corformity yaitu derajat perasaan karyawan terhadap peraturan yang berlaku dalam lingkungan pekerjaannya. Conformity berasal dari kata conform, artinya sesuai dengan, memenuhi, mencocokkan dengan peraturan, prosedur dan kebijakan yang berlaku dalam lingkungan pekerjaannya. Apabila dalam organisasi terdapat banyak sekali peraturan yang harus ditaati oleh karyawan yang tidak ada  relevansinya dengan pelaksanaan pekerjaan, organisasi, hal demikian dapat dikatakan memiliki conformity yang tinggi. Hal ini berarti bahwa organisasi tersebut terlalu ototriter, membuat terlalu banyak peraturan yang dikenakan terhadap karyawan. Sebaliknya apabila dalam suatu organisasi sedikit sekali peraturan yang dikenakan terhadap karyawannya kecuali yang sangat relevan dengan pelaksanaan pekerjaan, iklim kerja yang demikian adalah conformity yang rendah.

  1. Responsibility

Responsibility, menunjukkan derajat para karyawan bahwa mereka dapat mengambil keputusan dan memecahkan masalah tanpa bertanya pada atasan. Dimensi ini menggambarkan rasa tanggung jawab yang tumbuh dalam organisasi, sehingga setiap karyawan benar-benar

memiliki rasa tanggung jawab pada diri karyawan dengan memberikan kepercayaan dan memberikan kesempatan ataupun diajak bersama- sama untuk memikirkan hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan, misalnya bersama-sama bertanggung jawab terhadap mutu produk atau output. Apabila dalam suatu organisasi semua pengambilan keputusan dilakukan oleh satu orang yang berada di puncak pemimpin, iklim kerja yang demikian adalah iklim kerja dengan tanggung jawab yang rendah karena pada dasarnya bawahan tidak pernah diberi kesempatan memilki tanggung jawab.

  1. Standard

Standard menunjukkan derajat perasaan para karyawan, bahwa organisasi menetapkan tujuan yang menantang dan menyampaikan ketertarikan tujuan itu kepada anggota-anggotanya. Ketentuan yang ditetapkan organisasi tentang mutu dari hasil kerja yang dilakukan karyawan. Perusahaan seharusnya dapat menetapkan pencapaian target kerja yang proporsional, artinya perusahaan harus menyesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilki karyawan sehingga perusahaan dan karyawan dapat bersama-sama menciptakan pelayanan yang bbaik. Apabila dalam perusahaan menetapkan pencapaian target yang terlalu tinggi artinya perusahaan memiliki iklim kerja dengan standard yang tinggi, sebaliknya apabila perusahaan menetapkan pencapaian target yang terlalu sedikit, aritnya perusahaan memiliki iklim kerja dengan standard yang rendah.

  1. Reward

Rewards menunjukkan derajat perasaan para karyawan bahwa mereka dihargai dan memperoleh penghargaan untuk pekerjaan yang  dilakukan dengan baik dan penekanannya pada reward bukan punishment. Imbalan dan sangsi juga merupakan dimensi iklim yang besar pengaruhnya dalam upaya penciptaan iklim yang baik. Dimensi ini menunjukkan bagaimana sistem pemberian imbalan dan sangsi yang berlaku dalam organisasi. Pemberian imbalan harus proposional, sehingga anggota organisasi merasa diperlakukan secara adil dan merasa dihargai hasil kerjanya. Ukuran proporsional di sini  disesuaikan dengan mutu kerja anggota, bila berprestasi harus diberi imbalan yang memadai dan jika melakukan kesalahan harus diberi sangsi yang sesuai dengan tingkat kesalahannya.

  1. Clarity

Clarity menunjukkan derajat perasaan karyawan bahwa segala sesuatu dalam perusahaan tersebut terorganisir dengan baik dan tujuan atau pekerjaannya dirumuskan dengan jelas serta menanamkan dan membuat setiap anggota paham mengenai tujuan dan misi organsasi. Sehingga pada akhirnya ada rasa keterikatan yang kuat dan loyalitas yang tinggi terhadap organiasasi. Selain itu pembagian wewenang dan tanggung jawab kepada karyawan sehingga dapat melakukan pekerjaan dengan lebih terarah sesuai dengan tujuan organisasi. Apabila dalam suatu organisasi terdapat prosedur kerja tidak jelas, maka karyawan akan merasa tidak mengetahui secara pasti yang menjadi tanggung jawab dan wewenangnya. Keadaan yang demikian mengindikasikan adanya iklim kerja dengan clarity yang rendah.

  1. Team Spirit

Team Spirit menunjukkan derajat perasaan karyawan bahwa dalam organisasi terdapat keadaan saling percaya, tolong menolong, saling bersahabat dan berhubungan baik antar anggota di dalam lingkungan kerja tersebut. Perusahaan seharusnya dapat menumbuhkan rasa saling mempercayai antar karyawan sehingga tercipta hubungan yang harmonis sehingga dapat bekerja sama untuk mencapai hasil  kerja yang baik, iklim kerja yang demikian adalah dengan team spirit yang tinggi. Sebaliknya kurang adanya kebersamaan sehingga hubungan yag kurang harmonis antar rekan kerja, iklim kerja yang demikian adalah dengan team spirit yang rendah.

Keenam dimensi tersebut saling berinteraksi satu dengan lainnya dan membentuk iklim kerja secara keseluruhan. Melalui keenam dimensi tersebut Litwin mencoba mengukur iklim kerja. Proses ini merupakan pengukuran terhadap lingkungan psikologis dalam organisasi tempat individu bekerja atau beraktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *