Faktor-faktor yang Mempengaruhi Iklim Kerja Menurut Steers & Porter

Posted on

Iklim kerja menurut Steers & Porter (1979 : 348) mengungkapkan, iklim kerja adalah karakteristik-karakteristik dari suatu lingkungan kerja yang dirasakan oleh para anggotanya yang sebagian besar merupakan hasil dari tindakan-tindakan yang dilakukan secara sadar maupun tidak oleh suatu organisasi yang agaknya mempunyai pengaruh terhadap perilaku berikutnya.

Menurut Steers & Porter (dalam Steers M. Richard, 1985 : 126), paling tidak terdapat empat faktor yang mempengaruhi iklim kerja, yaitu :

  • Struktur Organisasi

Bukti-bukti penelitian menunjukkan bahwa lebih terstruktur suatu organisasi yaitu semakin tinggi derajat tersentralisasi, orientasi terhadap peraturan maka lingkungan dirasakan akan lebih kaku, tertutup dan mengancam (Marrow, Bowers dan Sea Shore, 1967; Payne dan Pheysey, 1971). Semakin banyak kebebasan dan keleluasaan individual yang diperoleh serta lebih banyak perhatian ditujukan manajemen kepada para pekerjanya, maka iklim kerja akan lebih menyenangkan yaitu adanya keterbukaan, saling percaya dan tanggung jawab. Hubungan ini terutama dibuktikan dalam hal kebebasan individu dalam mengambil keputusan.

Faktor struktur lain yang dapat mempengaruhi iklim kerja adalah ukuran organisasi, posisi jabatan seseorang dalam hirarki. Misalnya berdasarkan penelitian ternyata orgnaisasi yang lebih kecil berhubungan dengan iklim yang lebih terbuka, penuh kepercayaan, dan ada ketergantungan, sedangkan organisasi yang lebih besar dan lebih demokratis dipandang sebagai sebaliknya (George dan Bishop, 1971).

  • Teknologi

Dalam hasil penelitian Burns dan Stalker (Steers M. Richard 1985 :

127) mengemukakan bahwa teknologi yang bersifat rutin dan suasana kerja yang rutin akan menciptakan iklim kerja yang kaki dan berorientasi pada peraturan sehingga kepercayaan dan kreativitas menjadi rendah. Sebaliknya, teknologi yang dinamis peruh perubahan, menciptakan komunikasi yang terbuka, mendorong kreativitas, kepercayaan dan penerimaan tanggung jawab personal terhadap penyelesaian tugas.

  • Lingkungan Eksternal

Faktor-faktor eksternal atau kejadian-kejadian yang memiliki hubungan tertentu dengan pekerjaan, sedikit banyak dapat mempengaruhi iklim kerja.

  • Kebijaksanaan dan Tindakan-tindakan Manajemen

Umpan balik, otonomi, dan tugas-tugas yang jelas akan menciptakan iklim yang berorientasi pada prestasi, membuat karyawan merasa lebih bertanggung jawab akan pencapaian tujuan organisasi. Sebaliknya manajemen yang menekankan pada peraturan dan prosedur yang telah baku, akan menghasilkan iklim kerja yang tidak mengarah pada penerimaan tanggung jawab, kreativitas, dan perasaan mampu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *