Pengertian dan Definisi Iklim Kerja Menurut Para Ahli

Posted on

Kata iklim atau climate berasal dari bahasa Yunani yaitu incline. Kata ini tidak hanya memberikan arti yang terbatas pada hal-hal fisik saja, seperti temperatur atau tekanan, tetapi juga memiliki arti psikologis, bahwa individu yang berada dalam suatu organisasi menggambarkan tentang lingkungan internal organisasi tersebut (Suryana Sumantri, 2010 : 134).

Banyak pengertian iklim kerja yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Menurut Forehand & Gilmer, 1971 (Fink Jenk & Willits, 1983 : 93), iklim kerja adalah karakteristik tertentu yang menggambarkan suatu organisasi, yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya dan mempengaruhi tingkah laku orang-orang yang berada di dalam organisasi tersebut.

Selain itu, Steers & Porter (1979 : 348) mengungkapkan, iklim kerja adalah karakteristik-karakteristik dari suatu lingkungan kerja yang dirasakan oleh para anggotanya yang sebagian besar merupakan hasil dari tindakan-tindakan yang dilakukan secara sadar maupun tidak oleh suatu organisasi yang agaknya mempunyai pengaruh terhadap perilaku berikutnya.

Menurut Garry Dessler, 1979 (dalam Suryana Sumantri, 2001 : 134), iklim kerja sebagai persepsi yang dimiliki individu tentang suatu organisasi tempat ia bekerja dan apa yang dirasakannya terhadap organisasi tersebut. Iklim kerja berhubungan dengan bidang persepsi, dalam hal ini merupakan sesuatu yang bukan bersifat objektif melainkan subjektif yang dihasilkan dari penilaian  pegawai terhadap aspek-aspek lingkungan kerjanya.

Menurut George H. Litwin dan Robert A. Stringer, 1968 (Steers & Porter, 1979 : 348), iklim kerja adalah segala sesuatu yang terdapat pada lingkungan kerja, yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh orang-orang yang ada dan bekerja pada lingkungan tersebut dan diasumsikan dapat mempengaruhi motivasi dan tingkah laku.

Litwin & Stringer (1968, Motivation and Organizationl Climate) menyatakan bahwa iklim kerja merupakan sesuatu yang dipersepsi, sebagai pengaruh subjektif dari sistem formal, gaya manajemen, dan faktor-faktor lingkungan lain yang berpengaruh pada sikap, belief, nilai, dan motivasi dari orang-orang yang bekerja pada suatu organisasi tertentu.

Menurut Richard M. Steers (1985:124)menyatakan bahwa bilamana iklim yang dirasakan sesuai dengan tujuan, kebutuhan, dan harapan individu, maka dapat diharapkan akan terjadi suatu tingkat perilaku ke arah tujuan yang tinggi. Namun sebaliknya, bilamana iklim yang dirasakan bertentangan akan berdampak pada perilaku yang lebih rendah.

Dari berbagai definisi mengenai iklim kerja, maka dapat disimpulkan bahwa iklim kerja merupakan lingkungan internal psikologis suatu organisasi yang dipersepsikan dan dirasakan oleh anggota organisasi dan mempengaruhi tingkah laku anggota selanjutnya sehingga merupakan karakteristik tertentu yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *