Pengertian Informasi Menurut Definisi Para Ahli

Posted on

Pengertian informasi menurut definisi Susanto adalah sebagai berikut: “informasi adalah hasil pengolahan data yang memebrikan arti atau manfaat”. Sedangkan Gordon Davis (2002: 28) berpendapat bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.

Informasi mempunyai manfaat dan peranan yang sangat dominan dalam suatu orgaisasi atau perusahaan. Tanpa adanya suatu informasi dalam suatu organisasi, para pimpinan /manajer tidak dapat bekerja dengan efisien dan efektif. Tanpa tersedianya informasi pun para manajer tidak dapat mengambil keputusan dengan cepat dan mencapau tujuan dengan efektif dan efisien. sehingga bisa dibilang bahwa informasi merupakan sebuah keterangan yang bermanfaat untuk para pengambilan keputusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Oleh sebab itu informasi merupakan bagian terpenting bagi perkembangan suatu perusahaan. Menurut Zulkifli Amsyah (2005:2) informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai keperluan tertentu. Menurut McLeod dan Schell (2008:528) informasi adalah data yang telah diproses dan memili makna, biasanya menceritakan sesuatu hal kepada pengguna yang belum mereka ketahui sebelumnya.

  • Fungsi dan Siklus Informasi

Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi. Informasi yang disampaikan kepada pemakai merupakan hasil data yang dimasukkan ke dalam dan pengolahan suatu model keputusan (Tata Sutabri, S.Kom.,MM.2005:24).

Data diolah menjadi suatu model informasi.output tersebut akan diterima olej penerima informasi untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model, dan seterusnya sehingga memebentuk suatu siklus. Siklus inilah yang disebut sebagai siklus informasi (informastion cycle).

  • Biaya dan Jenis-jenis Informasi

            Dalam berbagai organisasi, biaya pengolahan data untuk memenuhi operas-operasi resmi dan rutin dan untuk menghasilan informasi tingkat tinggi, berkisar antara 5%-15% dari seluruh biaya operasi organisasi. Menurut Tata Sutabri, S.Kom.,MM. (2005:27), ada biaya operasi sistem  informasi yang dapat diurai sebagai berikut :

  1. Biaya perangkat keras. Biaya ini merupakan biaya tetap atau biaya tertanam dan akan meningkat untuk tingkat-tingkat mekanisasi yang lebih tinggi.
  2. Biaya untuk analisis, perancangan dan pelasksanaan sistem. biaya ini merupakan biaya tertanan dan biasanya akan meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi tinggi, seperti pembuatan program-program.
  3. Biaya untuk tempat dan faktor-faktor kontrol lingkungan. Biaya ini sering disebut sebagai biaya setegah berubah-ubah (semi variable). Biaya ini meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi yang lebih tinggi.
  4. Biaya perubahan. Biaya ini merupakan biaya tertanam dan meliputi setiap jenis perubahan dari metode ke metode lain.
  5. Biaya operasi. Biaya ini merupakan biaya variable dan meliputi biaya pegawai, pemeliharaan fasilitas dan sistem, perlengkapan, barang-barang yang berguna dan fasilitas bantuan.

Tata Sutabri, S.Kom.,MM. (2005:28) mengklasifikasikan informasi dalam manajemen berdasarkan aspek-aspek berikut :

  1. Informasi berdasarkan persyaratan : 1). informasi tepat waktu, 2).informasi yang relavan, 3). Informasi yang bernilai 4). Informasi yang dapat dipercaya
  2. Informasi berdarkan dimensi: 1). Informasi masa lalu 2). Informasi masa kini.
  3. Informasi berdarkan sasaran 1). Informasi individual dan 2). Informasi komunitas
  4. Transformasi informasi

Transformasi informasi adalah komponen proses dalam pengelolaan sistem informasi yang berfungsi memproses data menjadi informasi sehingga dapat  dihasilkan produk informasi  yang diperlukan  bagi para pemakai informasi.

Transfortasi informasi pada hakekatnya merupakan suatu proses pengubahan wujud,sifat,dan ciri-ciri  data menjadi informasi yang selanjutnya disajikan atau secara visual untuk disebarluaskan atau didokumentasikan.

  • Dimensi Informasi

            Menurut Raymond McLeod,Jr. Dan George P . Schell (2008:43) dimensi informasi yang akan menambah nilai dari informasi tersebut,diantarnya:

  1. Relevansi : Informasi memiliki relevnasi jika informasi tersebut berhubungan dengan masalah yang di hadapi,pengguna seharusnya dapat memilih data yang diperlukan tanpa harus melewati dahulu sejumlah fakta-fakta yang tidak berhubungan. Data yang relevan dengan pengambilan keputusan yang akan diambil saja yang akan  disebut dengan”informasi”.
  2. Akurasi : Seluruh informasi harus akurat,akan tetapi,fitur-fitur yang memberikan kontribusi kepada tingkat akurasi sistem akan menambah biaya dari sistem informasi tersebut.
  3. Ketepatan waktu : Informasi hendaknya tersedia untuk pengambilan keputusan sebelum situasi yang genting berkembang atau hilangnya peluang yang ada.Para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi  yang menguraikan apa yang sedang terjadi,selain dari apa yang telah terjadi pada masa lalu.
  4. Kelengkapan: Para pengguna hendaknya menerima informasi yang menyajikan suatu gambaran lengkap  atas suatu masalah tertentu atau solusinya.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sumber daya hasil dari suatu pengolahan data yang akan memberikan manfaat dalam pengambilan keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *