Pengertian Kohesivitas Kelompok Menurut Definisi Para Ahli

Posted on

Berikut adalah pengertian Kohevisitas Menurut definisi para ahli seperti Greenberg, Carron,  McShane & Glinow, Gibson, George and Jones, Robbins, Munandar, Cartwright dan Zander, dll. Semoga dapat bermanfaat.

Greenberg (2005) menyatakan bahwa kohesivitas kelompok adalah perasaan kebersamaan dalam kebersamaan antar anggota kelompok. Tingginya kohesivitas perasaan dalam kebersamaan antar anggota kelompok. Tingginya kohesivitas sebuah kelompok berarti tiap anggota dalam kelompok saling berinteraksi satu sama lain, mendapatkan tujuan mereka, dan saling membantu di tiap pertemuan dan bila anggota kelompok tidak kompak maka tiap anggota kelompok akan saling tidak menyukai satu sama lain dan mungkin terjadi perbedaan pendapat.

Carron (1982) “Cohesiveness is the dynamic process which is reflected in the tendency for a group to stick together and remain united in the pursuit of its goals and objectives.” Kohesi merupakan proses dinamis yang direfleksikan dalam kecenderungan kelompok untuk tetap bersama dalam mencapai tujuan. Dalam definisi tersebut, ada dua aspek kohesivitas yang perlu digarisbawahi yaitu, Pertama “dinamis” merupakan pengakuan terhadap cara anggota kelompok secara individu yang merasakan orang lain dan kelompok beserta tujuannya yang berubah-ubah sepanjang waktu. Kedua, “tujuan kelompok”, tujuan ini sangat kompleks sehingga kohesi mempunyai banyak dimensi.

Menurut McShane & Glinow (2003) kohesivitas kelompok merupakan perasaan daya tarik individu terhadap kelompok dan motivasi mereka untuk tetap bersama kelompok di mana hal tersebut menjadi faktor kohesivitas yang penting dalam keberhasilan kelompok. Anggota merasa kompak ketika adalah ketika mereka percaya kelompok mereka akan saling membantu mencapai tujuan bersama, saling mengisi kebutuhan atau saling memberikan dukungan sosial selama masa krisis.

Gibson (2003) mengungkapkan bahwa kohesivitas kelompok adalah kekuatan ketertarikan anggota yang tetap pada kelompoknya dari pada terhadap kelompok lain. Mengikuti kelompok akan memberikan rasa kebersamaan dan rasa semangat dalam bekerja.

George & Jones (2002) menjelaskan kohesivitas kelompok adalah anggota kelompok yang memiliki daya tarik satu sama lain. Kelompok yang kohesivitasnya tinggi adalah saling tertarik pada setiap anggota, sedangkan kelompok yang kohesivitasnya rendah adalah tidak saling tertarik satu sama lain.

Robbins (2001) menyatakan bahwa kohesivitas kelompok adalah sejauh mana anggota tertarik satu sama lain dan termotivasi untuk tetap berada dalam kelompok tersebut. Misalnya, anggota suatu komuitas menjadi kompak karena sering menghabiskan waktu dan melakukan berbagai kegiatan secara bersama-sama, dan mampu menghadapi ancaman dari luar yang menyebabkan sesama anggota menjadi lebih dekat satu sama lain.

Menurut Munandar (2001) kohesivitas kelompopk adalah kesepakatan para anggota terhadap sasaran kelompok, serta saling menerima antar anggota kelompok. Semakin para anggota kelompok saling tertarik dan makin sepakat mereka terhadap sasaran kelompok, makin lekat kelompoknya.

Cartwright dan Zander (1986) menyatakan bahwa kohesivitas merupakan derahat kekuatan ikatan dalam suatu kelompok yang masing-masing anggotanya secara psikologis menjadi saling tarik menarik dan saling tergantung.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa teori kohesivitas suatu kelompok merupakan daya tarik secara emosional sesama anggota kelompok, dimana adanya rasa saling menyukai, membantu, dan secara bersama-sama saling mendukung untuk tetap bertahan dalam kelompok dalam mencapai satu tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.