Pengertian Locus of Control Menurut Definisi Para Ahli

Posted on

Locus of control disebut juga dengan pusat kendali. Locus of control merupakan salah satu aspek karakteristik kepribadian. Konsep Locus of control pertama kali diajukan oleh Rotter berdasarkan teori belajar sosialnya. Menurut Rotter, bahwa pada dasarnya konsep locus of control menunjukkan pada keyakinan atau harapan-harapan individu mengenai sumber penyebab dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya, yaitu kejadian-kejadian yang terjadi pada dirinya dikendalikan oleh kekuatan dari dalam dirinya atau dari luar dirinya.

Pendapat itu diperkuat oleh Petri yang mengatakan bahwa locus of control merupakan konsep yang secara khusus berhubungan dengan harapan individu mengenai kemampuannya untuk mengendalikan penguat yang menyertai perilaku.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh Baron dkk, menyebutkan bahwa locus of control merupakan salah satu aspek karakteristik kepribadian yang dimiliki setiap individu, mempengaruhi harapan dan tingkah lakunya dalam menghadapi lingkungan. Setiap perilaku manusia dipengaruhi oleh persepsi terhadap hasil yang dicapai, yang dapat menjadi faktor penguat atau pelemah untuk perilaku selanjutnya.

Rotter berpendapat bahwa tingkah laku individu merupakan fungsi dari pengalaman masa lalu dan situasi. Pendekatan Rotter ini berbeda dengan pandangan behaviorisme dari Skinner yang menganggap tingkah laku semata mata dibentuk oleh variable eksternal berupa reinforcement dan variable internal yang terjadi melalui proses kognitif.

Dalam menjelaskan konsep locus of control, Rotter melakukan modifikasi dari teori Intravert-Ekstravert dari Jung dengan menitik beratkan factor kognitif serta memasukan unsur situasi dari Lewin. Dengan demikian locus of control menggambarkan pusat kendali dalam pengaruh tingkah laku. Fungsi kognitif dapat dipandang sebagai penyebab tingkah laku yang ditampilkan individu dalam hubungannya dengan lingkungan social.

Pada awalnya konsep locus of control digunakan untuk menganalisa perbedaan proses belajar pada manusia dan binatang. Proses belajar yang terjadi pada binatang percobaan dapat dikontrol oleh eksperimenter melalui pemberian reward yang dimanipulasi dengan memberikan reinforcement positif dan negatif. Gejala yang terjadi pula pada manusia pada masa awal pertumbuhannya, akan tetapi pada masa pertumbuhan selanjutnya proses belajar pada manusia sangat ditentukan oleh fungsi kognitif dan intelektualnya, dimana tingkah laku dikendalikan berdasarkan tujuan-tujuan pribadi dalam individu tersebut.

Dari uraian diatas terlihat bahwa Rotter dalam teorinya ini lebih menekankan pada factor kognitif, terutama persepsi sebagai pengarah tingkah laku. Teori tersebut menerangkan pula bagaimana tingkah laku dikendalikan dan diarahkan melalui fungsi kognitif. Untuk menerangkan pengertian locus of control secara lebih lanjut diterangkan bahwa individu mempunyai harapan subjektif akan hasil perilaku kita berkenaan dengan reinforcement yang akan menyertai, perilaku tertentu akan menghasilkan reinforcement tertentu pula dan hal tersebut akan mengatur tingkah laku individu. Selain itu kita sendiri yang menentukan nilai atau derajat kepentingan yang berlainan untuk setiap reinforcement dan juga menentukan relativitas kepentingan dalam situasi yang berbeda.

Dari uraian tersebut fungsi kontrol dilakukan oleh kognitif berdasarkan pengalaman, kesan-kesan dan antipasi kearah tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu setiap manusia berfungsi dalam lingkungan atau dalam konteks psikologis yang unik, berarti reinforcement yang sama tidak akan bernilai yang sama untuk orang yang berbeda.

Rotter banyak memusatkan perhatiannya pada variable subjektif seperti kognitif, namun tidak mengabaikan peran-peran dari variable eksternal. Kondisi reinforcement eksternal akan memberikan arah pada motivasi manusia untuk mendapatkan reinforcement sebanyak-banyaknya dan menghindari punishment. kadang kala dengan sadar individu setiap saat membuat keputusan tentang bagaimana cara terbaik untuk memperoleh reinforcement tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *