Perkembangan Teori Locus of Control Rooter

Posted on

Menurut Stephen dalam bukunya Developmental Psychology (1972) mengungkapkan, bahwa dalam perkembangan locus of control ditentukan oleh adanya faktor sosial dan lingkungan keluarga. Selanjutnya Phares mengemukakan bahwa bila lingkungan hidup seseorang relative stabil atau orang tua mempunyai sikap yang konsisten dalam mendidik anak, maka pembentukan kepribadian anak akan berjalan lancar. Anak dapat mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan perilaku dalam berhubungan dengan lingkungannya, sehingga locus of control akan mengalami proses internalisasi yang lancar. Sebaliknya bila orang tua mempunyai sikap yang tidak konsisten, anak akan mampu mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan perilaku sesuai dengan yang diharapkan.

Hal ini secara tidak langsung menunjukan bahwa iklim psikologis yang berbeda dalam suatu lingkungan akan mempunyai dampak yang berbeda pula terhadap perkembangan locus of control. Jika lingkungan relatif stabil, individu akan semakin sadar akan adanya hubungan ketergantungan antara perilaku dengan konsekuensinya. Pada akhirnya, individu akan yakin bahwa dunia ini pada dasarnya teratur dan dia dapat mempengaruhi kejadian-kejadian yang terjadi disekelilingnya. Dengan demikian terbentuklah internal locus of control pada individu yang bersangkutan.

Dipihak lain bila lingkungan kacau individu akan belajar bahwa tidak ada kepastian akan hasil. Ia tidak dapat melihat hubungan ketergantungan antar perilaku dan konsekuensinya. Akibatnya, selama ia mampu mengendalikan perilakunya sesuai dengan yang diharapkan ia juga merasa segala kejadian dalam hidupnya sulit diduga, yang berarti kontrol berada diluar dirinya. Dengan demikian terbentuklah external locus of control pada individu yang bersangkutan/ Hal ini akan menimbulkan kekurang mampuan dalam mengembangkan diri dan cenderung muncul sifat ketergantungan pada otoritas.

Kontrol pada diri seseorang mengalami proses internalisasi bersamaan dengan proses internalisasi standar nilai. Selanjutnya akan mendasari penyesuaian diri dan pemantapan perilaku terampil dalam rangka mengeksplorasi dan memanipulasi lingkungan

Rotter cenderung menggunakan istilah kendali atau kontrol sehubungan dengan pendekatan kognitif yang digunakan. Ia sendiri memandang locus of control sebagai variabel sentral struktur kepribadian yang implicit dalam proses belajar, mempengaruhi aktual, mewarnai sikap dan kehidupan perasaan, pusat hirarki pada pola pikir, serta mendasari perilaku penyesuaian diri maupun antisipasinya.

Dalam penggunaannya, teori locus of control menepati dua posisi yang sangat berbeda, yang berkaitan dengan proses belajar, yaitu kendali dalam pemantapan tingkah laku penyesuaian diri dan pemantapan tingkah laku terampil dan keduanya erat berkaitan dengan kendali tingkah laku aktual.

Teori locus of control dikaitkan dengan teori motivasi yaitu sebagai penyebab dari suatu perilaku. Kadang-kadang locus of control dipandang sebagai yang mempengaruhi perilaku dan bukan sebagai penyebab. Lebih dalam lagi locus of control mengandung pengertian ‘mempengaruhi dalam arti pengendali’

Dari uraian diatas tampak bahwa locus of control menggambarkan pusat kendali perilaku, baik dalam rangka memelihara keseimbangan maupun dalam pencapaian tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.