Sistem Iklim Kerja Menurut Para Ahli

Posted on

Menurut George H. Litwin dan Robert A. Stringer, 1968 (Steers & Porter, 1979 : 348), iklim kerja adalah segala sesuatu yang terdapat pada lingkungan kerja, yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh orang-orang yang ada dan bekerja pada lingkungan tersebut dan diasumsikan dapat mempengaruhi motivasi dan tingkah laku.

Litwin & Stringer (1968, Motivation and Organizationl Climate) menyatakan bahwa iklim kerja merupakan sesuatu yang dipersepsi, sebagai pengaruh subjektif dari sistem formal, gaya manajemen, dan faktor-faktor lingkungan lain yang berpengaruh pada sikap, belief, nilai, dan motivasi dari orang-orang yang bekerja pada suatu organisasi tertentu.

Iklim kerja merupakan suatu sistem yang terbentuk dari interaksi bagian- bagian. Perubahan dalam suatu bagian dalam sistem tersebut akan membawa dampak kepada yang lainnya. Litwin, Humphrey dan Wilson (1967) menggambarkan interaksi bagian-bagian dalam sistem sebagai berikut :

Tiga bagian utama dari sistem iklim kerja di atas adalah determinan, profil iklim, dan konsekuensi.

  • Determinan

Ada tiga hal yang mempengaruhi iklim kerja yaitu sistem manajemen, praktek manajer individual, dan norma serta nilai-nilai dalam kelompok kerja. Ini semua akan membentuk iklim kerja sehingga dapat menggambarkan profil iklim kerja.

  • Profil Iklim

Dalam iklim kerja terdapat enam dimensi yang telah diuji kesahihannya secara satatistik. Enam dimensi tersebut adalah conformity, responsibility, standards, rewards, clarity, dan team spirit. Keenam dimensi tersebut dikelompokkan menjadi dua dimensi, yaitu performance dimension dan development dimension.

  • Konsekuensi

Dengan adanya iklim tersebut akan mempengaruhi akibat. Tiga efek utama dari iklim kerja yaitu ketergugahan motivasi (motivation arousal), kesehatan dan retensi karyawan (employee health & retention), serta tampilan dan perkembangan organisasi (organizational performance development).

Ketergugahan motivasi merupakan efek langsung dari iklim kerja. Hal ini merupakan hasil dari beberapa kondisi psikologis tertentu yang merupakan kecenderungan individu untuk bertingkah laku dengan cara tertentu. Pemahaman dampak motivasi akibat iklim kerja termasuk hal yang vital, karena dapat mempengaruhi setiap kegiatan sehari-hari organisasi. Kesehatan dan retensi serta tampilan kerja jangka pendek dipengaruhi oleh tingkat stres dalam pekerjaan. Iklim kerja yang sehat akan menimbulkan motivasi karyawan untuk bekerja dengan baik. Dalam hal ini karyawan akan melakukan pekerjaan dengan penuh semangat, sehingga hasil kerja yang diperolehpun akan jauh lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *