Teori Tipe Kepribadian – The Big Five Personality

Posted on

Francis Galton merupakan orang pertama yang menyadari adanya lexical hypotesis (suatu bentuk sifat yang diungkapkan dalam kamus). Pada tahun 1936, Goldon Allport dan H.S. Odbert mengembangkan hipotesis tersebut. Mereka menggunakan dua kamus bahasa Inggris terlengkap saat itu dan mengambil 18000 kata yang menggambarkan kepribadian dan kemudian menyempitkannya menjadi 4500 kata sifat. Raymon Cattel (1957) mengambil daftar kata Allport-Odbert dan mengurangi sinonimnya menjadi 170 kata. Tahun 1961, Tupes dan Christal menemukan 5 faktor dari penemuan Cattel. Data ini kemudian diambil oleh Norman yang menemukan 5 faktor utama dengan nama : surgency, agreeableness, conscientiousness, emotional, stability and culture (John & Srivastava, 1999).

Diantara ketiga tokoh pendekatan trait (sifat), Allport, Eysenck dan Cattel, terdapat pandangan mengenai penggunaan faktor analisis, mengenai jumlah dan dimensi sifat dasar yang diperlukan untuk mampu mendeskripsikan kepribadian. Perbedaan ini masih diperdebatkan selama bertahun-tahun. Namun sejak 1980, setahap demi setahap telah ada kemufakatan terutama dalam faktor analisis. Sekarang banyak peneliti yang setuju bahwa perbedaan individu dapat terorganisir dalam istilah lima perluasan yang terkenal dengan sebutan “Big Five” dimensi sifat karena keluasan dan tingkat keabstrakan yang luar biasa.

McShane dan Glinow (2000: 188) mengungkapkan bahwa The Big Five Personality adalah lima abstrak dimensi kepribadian yang banyak disajikan oleh pendekatan kepribadian, yang terdiri dari conscientiousness, emotional stability, openness to experience, agreeableness, dan extroversion. Pervin, Cervone & John (2005: 292) mengatakan The Big Five Factor Personality merupakan pendekatan teori faktor, dimana lima kategori faktor tersebut dapat dimasukan dalam emotionaly, activity, dan sociability factor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *