Pengertian Pesan Komunikasi Verbal dan Non Verbal Serta Perbedaannya

Posted on

Pesan komunikasi secara primer (primary Process) adalah proses penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan suatu lambang (symbol) sebagai media atau saluran (Effendy, 2000 : 33). Lambang ini umumnya bahasa, tetapi dalam situasi-situasi komunikasi tertentu lambang-lambang yang dipergunakan dapat berupa kial (gesture), yakni gerak anggota tubuh, gambar, warna, dan lain sebagainya.

Dalam komunikasi, bahasa disebut lambang verbal (verbal symbol), sedangkan lambang-lambang lainnya yang bukan bahasa dinamakan lambang non verbal (non verbal symbol).

Pesan Komunikasi Verbal

Dalam proses komunikasi, bahasa sebagai lambang verbal paling banyak dan paling sering digunakan, oleh karena hanya bahasa yang mampu mengungkapkan pikiran komunikator mengenai hal atau peristiwa, baik yang konkret maupun yang abstrak, yang terjadi masa kini, masa lalu, dan masa yang akan datang (Effendy, 2000 : 33).

“ Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih “ (Mulyana, 2002 : 237). Hampir semua rangsangan wicara yang kita sadari termasuk dalam kategori pesan verbal disengaja, yaitu usaha-usaha yang dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain secara lisan. Bahasa dapat juga dianggap sebagai suatu sistem kode verbal.

Komunikasi verbal atau pesan verbal tidak terlepas dari pengucapan kata-kata atau penggunaan bahasa lisan. Bahasa verbal merupakan sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita.

Komunikasi verbal lebih banyak menggunakan kata-kata atau lisan dan juga menggunakan simbol-simbol yang berupa tulisan.

  1. Komunikasi lisan (oral communication)

Komunikasi lisan menjadikan bahasa sebagai media penyampai pesan. Pikiran dan perasaan seseorang disampaikan melalui kata-kata yang dianggapnya tepat dan mewakili apa yang ada dalam dirinya.

  1. Komunikasi Tulisan (written communication)

Komunikasi tulisan menjadikan simbol yang dituliskan pada kertas atau tempat lain sebagai alat penyampai ide atau perasaan. Komunikasi tulisan akan sangat penting jika kita ingin mengetahui secara keseluruhan gagasan, pernyataan atau perasaan seseorang. Pesan tulisan memiliki sistematis yang jelas, pilihan kata dan tanda baca, yang dapat membantu pihak lain memahami apa yang ingin kita sampaikan.

Ragam bahasa adalah variasi bahasa atau tuntutan menurut pemakaian, berbeda-beda menurut tempat, topik, penutur, sarana/medium pembicaraan. Ragam bahasa menurut sasarannya terbagi dua, yaitu lisan dan tulisan. Menurut suasana penggunaan terbagi atas resmi/formal dan tak resmi/non verbal (Rustamaji dkk, 2000 : 71).

Menurut Hollyda yang dikutip Liliweri, ada enam faktor yang menentukan kemampuan seseorang dalam berbahasa antarpribadi, yaitu :

  • Memilih presisi yang baik terhadap suatu kata,
  • Memilih kata yang khusus dan lebih konkret,
  • Memilih kata yang tepat,
  • Memilih kata untuk menggeneralisasi pendataan,
  • Memilih kata untuk menggeneralisasi pengindeksan,
  • Memilih kata yang menekankan penggunaannya dalam waktu yang singkat.

(Liliweri, 1994 : 30)

Pengertian Pesan Non Verbal

Sebuah komunikasi yang dilakukan hanya dengan gerakan-gerakan panca indera manusia, misalnya : lirikan mata, menggeleng kepala, senyuman, dan lain sebagainya.

“ Istilah komunikasi non verbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis “ (Mulyana, 2000 : 312). Bentuk pesan dalam komunikasi non verbal sangatlah luas, mulai dari faktor internal (intonasi suara, penampilan, cara bersikap) hingga eksternal komunikator (suasana, waktu, jarak). Aspek tersebut merupakan satu kesatuan bentuk pesan.

Jadi, perilaku yang disengaja ataupun tidak disengaja merupakan dari peristiwa komunikasi secara keseluruhan, kita banyak mengirim banyak pesan non verbal tanpa menyadari bahwa pesan-pesan tersebut mempunyai makna tersendiri bagi orang lain.

Banyak ahli mengelompokkan bentuk komunikasi secara non verbal, namun secara umum ada empat jenis, seperti dituturkan Barker dan Collins, yang dikutip Alo Liliweri, yaitu :

  • Suasana komunikasi : Ruang/space, suhu, cahaya, dan
  • Unsur-unsur pernyataan diri : Pakaian, sentuhan/perabaan,
  • Gerakan tubuh : Bentuk-bentuk gerakan tubuh, kontak mata, ekspresi wajah, gerakan anggota tubuh, penggunaan gerakan tubuh.
  • Unsur paralinguistik : Karakteristik suara, gangguan (Liliweri, 1994 : 13).

Karena keterbatasan komunikasi dengan kata-kata. Para peneliti menemukan bahwa terdapat suatu sistem isyarat tubuh yang hampir sekonsisten dan sekomprehensif bahasa. Gerakan tubuh mempunyai makna dalam konteks tertentu, setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi. Artinya komunikasi yang dilakukan manusia mengandung pesan verbal dan non verbal. Dan kita mempersepsikan manusia tidak hanya lewat bahasa verbalnya, namun juga melalui perilaku non verbalnya.

Pesan verbal maupun non verbal, dalam proses komunikasi merupakan satu kesatuan. Unsur satu dengan lainnya saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Jika pesan verbal dan non verbal tidak saling mendukung, maka akan terjadi misunderstanding bahkan, jika komunikator tidak cepat tanggap dalam merespon umpan balik negatif komunikan, konflik akan terjadi, dan pada akhirnya tujuan awal komunikasi tidak akan tercapai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *