Cara Mudah Atur Keuangan Bagi First Jobber di Tengah Pandemi

https://lh4.googleusercontent.com/jqqtwWGSsM0XN0TfkwuIpEzvdHIZQuXIwE7U8GIFpSVGcqWtbFtu3mIW3fVY42btsW_dH3zutcfDZOv3569AMx6rc0OfaPtzzJuu8BB47LOlz3h6bYrp9XiG8c62Y7RBzeUDpbxZ

Sudah selesai kuliah lalu baru diterima kerja di perusahaan yang kamu incar? Selamat, artinya kini kamu resmi jadi first jobber. Yang mana artinya juga akan banyak adaptasi yang perlu kamu lakukan dan tantangan yang harus kamu hadapi. Mulai dari pola kerja, disiplin, sosialisasi, adaptasi dengan tempat tinggal baru kalau bekerja di luar kota, dan yang paling krusial: mengelola keuangan. Sebab, kemampuan mengatur keuangan perlu dilatih sejak dini supaya kehidupan lebih tertata dan bisa punya tujuan jangka panjang untuk masa depan. Hal ini biasanya tidak diberikan di bangku sekolah atau kuliah.

Bagi kamu yang menjadi first jobber di masa pandemi seperti sekarang, mungkin ada campur aduk: senang, merasa beruntung, sekaligus sedih mengingat kondisi ekonomi di Indonesia yang sedang menurun tajam karena covid-19. Bukan hanya fokus kerja dan cepat adaptasi yang penting, kamu juga perlu tahu cara mengelola keuangan dan gaji pertama supaya cukup satu bulan dan bisa punya tabungan untuk berjaga-jaga selama masa pandemi. 

Bagaimana caranya?

Pelajari formula anggaran keuangan & buat rancangannya

Ada sebuah formula universal yang banyak direkomendasikan pakar finansial dalam hal mengatur dan membuat anggaran keuangan, yaitu 40-30-20-10. 40% untuk biaya hidup atau kebutuhan primer, 30% untuk kebutuhan cicilan dan hiburan, 20% untuk tabungan dan asuransi, dan 10%-nya lagi untuk bersedekah dan membantu sesama. Formula ideal ini tentu harus kembali disesuaikan dengan keadaanmu saat ini. 

Misalnya begini, buat kamu yang jadi tulang punggung keluarga, mungkin kebutuhan primer dan biaya hidup akan memakan porsi dana lebih besar dari gajimu. Bisa jadi mencapai 60%. Kalau begitu, maka harus ada yang dikurangi antara dana untuk sedekah/kebaikan atau dana untuk cicilan dan hiburan. Yang pasti jangan sampai sebaliknya yaitu persentase cicilan dan hiburan yang lebih besar daripada kebutuhan primer dan tabungan plus asuransi kesehatan. Sebab, salah satu tanda kalau kamu memiliki keuangan yang sehat adalah total cicilan atau utangmu tidak lebih dari 30% total gaji. 

Setelah tahu kebutuhan dan prioritasmu, maka segera buat rancangan anggaran keuangan sesuai dengan jumlah penghasilan yang kamu terima. Jadi, saat terima gaji, rancangan tersebut bisa langsung dieksekusi. 

Tunda dulu keinginan untuk apply kartu kredit

Hal yang wajar jika kamu tergiur untuk apply dan punya kartu kredit. Apalagi sekarang statusnya sudah kerja dan punya penghasilan sendiri. Namun, di tengah pandemi, ini adalah hal yang bisa ditunda pemenuhannya karena berbagai faktor. Pertama, kalau bukan urusan penting, hindari berkunjung ke tempat ramai seperti bank walaupun bank termasuk layanan publik yang tetap buka selama pandemi. Kedua, kamu masih harus adaptasi dan menstabilkan kondisi keuangan pasca diterima kerja. Jadi, jangan sampai terdorong untuk jadi konsumtif dengan adanya kartu kredit. 

Kalaupun ada barang yang diimpikan sejak lama dan mau mencicil untuk membelinya, kamu nggak perlu punya kartu kredit di jaman sekarang. Karena, ada fasilitas cicilan tanpa kartu kredit seperti Kredivo yang bisa kamu coba untuk kredit barang di ratusan e-commerce dan merchant di Indonesia. Contohnya: Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, Erafone, dan masih banyak lagi yang lain. 

Kenapa cicilan tanpa kartu kredit? Pertama, daftarnya bisa dari rumah dan dilakukan secara online dengan proses kurang lebih 20 menit. Kedua, proses approvalnya hanya sekitar 1 harian dan tanpa ada survei. Ketiga, limit yang ditawarkan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit seperti Kredivo juga nggak main-main, maksimal bisa sampai Rp 30 juta. Keempat, suku bunga cicilan Kredivo hanya 2,6% per bulan tanpa uang muka, plus opsi tenor 3/6/12 bulan. Menarik kan?

Alokasikan dana untuk tabungan dan asuransi di awal

Mungkin kamu sering mendengar nasehat untuk menyimpan sisa uang ke dalam tabungan. Padahal hal ini malah cenderung bikin kita jadi nggak “menyisakan” uang karena sudah telanjur dipakai untuk kebutuhan ini itu. Maka dari itu, kalau mau punya tabungan, sisihkan uangnya di awal saat baru terima gaji. Kalau perlu, gunakan fitur autodebet dan tabungan berjangka yang bikin tabunganmu nggak bisa ditarik semaunya. Di tengah pandemi, paling tidak siapkan dana tabungan sebesar biaya hidup untuk 6 bulan ke depan. Makin banyak, makin bagus. Jangan lupa juga untuk siapkan dan miliki asuransi kesehatan yang memadai, misalnya BPJS Kesehatan kelas 1 atau 2. 

Belanja kebutuhan di tanggal gajian supaya hemat

Banyak sekali e-commerce ataupun supermarket yang gencar menjalankan promo di tanggal-tanggal gajian seperti tangal 25 atau tanggal 5 setiap bulannya. Tujuannya tentu saja untuk menarik konsumen dan meningkatkan penjualan. Nah, kalau sudah punya anggaran keuangan, 1 – 2 hari setelah gajian kamu bisa langsung belanja kebutuhan sehari-hari supaya dapat promo dan bisa lebih hemat. 

Atur gaya hidup sesuai kemampuan finansial

Salah satu tantangan yang harus ditaklukan bagi first jobber adalah mengatur gaya hidup yang sesuai kantong. Jangan sampai memaksakan mengikuti gaya hidup tertentu atas dorongan eksternal. Misalnya, karena teman-teman di kantor sering hangout dan jajan di mal setiap pulang kerja, kamu jadi ‘terpaksa’ ikut padahal uang jajanmu mungkin tidak memadai. Singkirkan gengsi jauh-jauh kalau mau kondisi keuangan tetap aman dan stabil. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *