Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Definisi Para Ahli

Sistem informasi manajemen (Manajajemen System Information atau MIS) merupakan penerapan sistem informasi didalan organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Sistem  Informasi manajemen Menurut Abdul Kadir (2003:114) , Sistem Informasi Manajemen adalah  “ sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.

Secara teori, komputer tidak harus digunakan didalam sistem informasi manajemen (SIM). Tetapi kenyataannya tidak mungkin sistem informasi manajemen (SIM) yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen komputer. Sistem informasi manajemen (SIM) juga selalu berhubungan dengan pengolahan Informasi yang didasarkan pada komputer (computer-based information processing).

Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam perkembangannya adalah untuk pengambilan keputusan dengan sumber iformasi yang berkualitas sehingga suatu organisasi dapat berkembang dengan optimal melalui pemanfaatan sistem informasi manajemen (SIM) dengan Teknologi sistem informasi. Maka dengan adanya penggunaan Teknologi sistem informasi yang ada diharapkan informasi yang digali dapat berguna serta cukup berkualitas untuk dipakai.

Hal yang diharapkan dari penggunaan Teknologi sisten informasi dalam suatu organisasi adalah keberhasialan atau kesuksesan dalam pelaksanaan sistem informasi tersebut dengan dihasilkan informasi yang berkualitas. Model Teknologi Informasi yang lebih baik adalah model yang lengkap tetap sederhana. Model semacam ini disebut model persimoni.

Model yang dikembangkan oleh DeLone & McLean kemudian disebut sebagai Model Kesuksesan Teknologi sistem Informasi DcLone & McLean (D&m is Success Model).

Salah satu pemakai yang paling banyak menggunakan informasi dalam suatu organisasi adalah pihak manajemen, Informasi yang dibutuhkan bisa berasal dari internal maupun eksternal,dalam bentuk formal maupun informal, berdasarkan komputer atau pun laporan.

Menurut Alter (1992) dikutip oleh Abdul Kadir (2006:43) informasi yang dibutuhkan oleh manajer bisa dibagi menjadi 6 katagori yaitu:

  1. Informasi penyejuk (comfort information) yaitu, informasi keadaan sekarang merangkum keadaan umum organisasi, Misalnya, berisi ringkasan penjualan atau produksi terakhir, Informasi ini biasanya tidak banyak digunakan, tetapi membantu manajer merasa aman terhadap operasi yang telah berlanggsung.
  2. Peringatan (Warning) berisi penunjuk terhadap sesuatu yang tidak biasa atau barangkali memerlukan tindakan manajerial atau peribahan-perubahan rencana, Idealnya, manajer seharusnya menerima peringatan-peringatan sedini mungkin sehingga cukup waktu untuk melakukan tindakan sebelum masalah penting yang tidak diharapkan terjadi.
  3. Indikator kunci (key Indicator) Berisi ukuran aspek-aspek penting yang berkaitan degan kinerja organisasi.
  4. Informasi situasional (situasional information) yaitu, informasi terkini tentang proyek,masalah atau isu penting yang memerlukan perhatian manajer.
  5. Gosip informasi informal yang berasal dari sumber seperti dari pihak industry yang terkadang berguna untuk menangani suatu masalah.
  6. Informasi eksternal (eksternal information) yaitu,informasi yang berasal dari perusahaan.

Informasi sangat dibutuhkan oleh suatu organisasi dalam pengambilan keputusan,Menurut Sutanta (2004:5)informasi berfungsi untuk :

  • Menambah Pengetahuan
  • Mengurangi Ketidakpastian
  • Mengurangi resiko kegagalan
  • Mengurangi keanekaragaman/variasi yang tidak dibutuhkan
  • Memberikan stadar aturan-aturan. Ukuran-ukuran dan keputusan-keputusan yang menentukan pencapaian sasaran dan tujuan.

Ciri Ciri dan Kualitas Informasi Menurut Para Ahli

Pada artikel kali ini, kita akan membahas beberapa ciri-ciri dan kualitas sebuah informasi menurut para ahli. Berikut ulasannya:

Gelinas (Susanto,2004:41) berpendapat mengenai cirri-ciri suatu informasi yang lebih detail,yaitu:

  1. Efektivitas,artinya informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses bisnis, termasuk didalamnya informasi tersebut disajikan dalam waktu yang tepat, format yang tepat sehingga dipahami,konsisten dengan format sebelumnya, isinya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan lengkap atau sesuai dengan kebutuhan dan keutuhan.
  2. Efisiensi, artinya informasi dihasilkan melalui penggunaan sumber daya yang optimal.
  3. Confidensial, artinya memperhatikan proteksi atau perlindungan terhadap informasi sensitive dari pihak yang tidak berwenang.
  4. Integritas, artinya informasi yang dihasilkan harus merupakan hasil pengolahan data terpadu berdasrkan aturan-aturan yang berlaku.
  5. Ketersediaan, artinya informasi yang diperlukan pengamanan terhadap sumber daya informasi.
  6. Kepatuhan, artinya informasi yang dihasilkan harus patuh terhadap undang-undang atau peraturan pemerintah serta memiliki tanggung jawab baik pihak internal maupun eksternal organisasi perusahaan.

Kebutuhan informasi saat ini sangat meningkat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Informasi yang dibutuhkan tidak dilihat sari jumlah informasi yang dihasilkan, tetapi kualitas dari informasi, (quality of information) tersebut.Kualitas informasi ditentukan oeh delapan hal:

  • Ketersediaan (availability)

yaitu tersedianya informasi  itu sendiri,Informasi harus dapat diperoleh (accessible) bagi orang yang hendak memanfaatkannya.

  • Mudah dipahami (comprehensibility)

yaitu informasi harus mudah dipahami oleh pembuat keputusan, baik itu informasi yang menyangkut pekerjaan rutin maupun keputusan-keputusan yang bersifat strategis, Informasi yang berbelit-belit hanya akan membuat kurang efektifnya keputusan manajemen.

  • Relevan (relevance)

yaitu informasi tersebut harus mempunyai manfaat untuk penerimanya.

  • Bermanfaat

yaitu informasi harus bermanfaat bagi organisasi, Karena itu informasi juga harus dapat tersaji kedalam bentuk-bentuk yang memungkinkan pemanfaatan oleh organisasi yang bersangkutan.

  • Informasi harus akurat

yaitu informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak menyesatkan serta harus jelas mencerminkan waktunya.

  • Tepat waktu (time lines)

yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.

  • Keandalan (realibity)

yaitu informasi harus diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan kebenarannya,Pengelola data atau pemberi informasi harus dapat menjamin tingkat kepercayaan yang tinggi atas informasi yang disajikan.

  • Konsistensi

yaitu informasi tidak boleh mengandung kontradiksi didalam penyajian karena kosistensi merupakan syarat penting bagi dasar pengambilan keputusan.

Sedangkan Jogiyanto (2005:40) menyatakan bahwa kualitas informasi ditentukan oleh tujuh hal yaitu:

  • Aksesibilitas

yaitu informasi mudah didapatkan oleh pengguna informasi,Hal ini berkaitan dengan aktualisasi dari nilai informasinya.

  • Kelengkapan

yaitu berkaitan dengan kelengkapan isi dari informasi,dalam hal ini tidak hanya menyangkut volume tetapi juga kesesuaian dengan harapan pengguna informasi.

  • Ketelitian

yaitu berkaitan dengan kesalahan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan pengolahan data menjadi informasi.

  • Ketepatan makna

yaitu kesesuaian antara informasi yang dihasilkan dengan kebutuhan pemakai.

  • Ketepatan waktu

yaitu penyapaian informasi dan aktualisasi dilakukan tepat waktu.

  • Kejelasan

yaitu informasi dalam bentuk atau format disajikan dengan jelas.

  • Fleksibilitas

yaitu berkaitan dengan tingkat adaptasi dari informasi yang dihasilkan terhadap kebutuhan berbagai keputusan yang akan diambil dan terhadap sekolompok pengambilan keputusan yang berbeda.

Usaha untuk memperoleh suatu informasi harus melalui proses transformasi dengan membuat data menjadi bermakna dengan demikian untuk memperoleh suatu kinformasi diperlukan sumber daya input,yang diproses menjadi sumber daya output,Proses pengolahan informasi memerlukan alat pengolah informasi,yaitu hardware,software,dan berainware.

Berdasarkan berbagai pendapat yang telah dikemukakan diatas maka penulis menarik kesimpulan bahwa kualitas informasi adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh telah dipenuhi bebagai persyaratan,spesifikasi,dan harapan dari sebuah kegiatan untuk mengumpulkan,menyimpan data, fakta dan pesan,opini dan komentar, sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya apakah itu dalam lingkungan daerah,nasional.Internasional sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan.

Pengertian Informasi Menurut Definisi Para Ahli

Pengertian informasi menurut definisi Susanto adalah sebagai berikut: “informasi adalah hasil pengolahan data yang memebrikan arti atau manfaat”. Sedangkan Gordon Davis (2002: 28) berpendapat bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.

Informasi mempunyai manfaat dan peranan yang sangat dominan dalam suatu orgaisasi atau perusahaan. Tanpa adanya suatu informasi dalam suatu organisasi, para pimpinan /manajer tidak dapat bekerja dengan efisien dan efektif. Tanpa tersedianya informasi pun para manajer tidak dapat mengambil keputusan dengan cepat dan mencapau tujuan dengan efektif dan efisien. sehingga bisa dibilang bahwa informasi merupakan sebuah keterangan yang bermanfaat untuk para pengambilan keputusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Oleh sebab itu informasi merupakan bagian terpenting bagi perkembangan suatu perusahaan. Menurut Zulkifli Amsyah (2005:2) informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai keperluan tertentu. Menurut McLeod dan Schell (2008:528) informasi adalah data yang telah diproses dan memili makna, biasanya menceritakan sesuatu hal kepada pengguna yang belum mereka ketahui sebelumnya.

  • Fungsi dan Siklus Informasi

Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi. Informasi yang disampaikan kepada pemakai merupakan hasil data yang dimasukkan ke dalam dan pengolahan suatu model keputusan (Tata Sutabri, S.Kom.,MM.2005:24).

Data diolah menjadi suatu model informasi.output tersebut akan diterima olej penerima informasi untuk membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model, dan seterusnya sehingga memebentuk suatu siklus. Siklus inilah yang disebut sebagai siklus informasi (informastion cycle).

  • Biaya dan Jenis-jenis Informasi

            Dalam berbagai organisasi, biaya pengolahan data untuk memenuhi operas-operasi resmi dan rutin dan untuk menghasilan informasi tingkat tinggi, berkisar antara 5%-15% dari seluruh biaya operasi organisasi. Menurut Tata Sutabri, S.Kom.,MM. (2005:27), ada biaya operasi sistem  informasi yang dapat diurai sebagai berikut :

  1. Biaya perangkat keras. Biaya ini merupakan biaya tetap atau biaya tertanam dan akan meningkat untuk tingkat-tingkat mekanisasi yang lebih tinggi.
  2. Biaya untuk analisis, perancangan dan pelasksanaan sistem. biaya ini merupakan biaya tertanan dan biasanya akan meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi tinggi, seperti pembuatan program-program.
  3. Biaya untuk tempat dan faktor-faktor kontrol lingkungan. Biaya ini sering disebut sebagai biaya setegah berubah-ubah (semi variable). Biaya ini meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi yang lebih tinggi.
  4. Biaya perubahan. Biaya ini merupakan biaya tertanam dan meliputi setiap jenis perubahan dari metode ke metode lain.
  5. Biaya operasi. Biaya ini merupakan biaya variable dan meliputi biaya pegawai, pemeliharaan fasilitas dan sistem, perlengkapan, barang-barang yang berguna dan fasilitas bantuan.

Tata Sutabri, S.Kom.,MM. (2005:28) mengklasifikasikan informasi dalam manajemen berdasarkan aspek-aspek berikut :

  1. Informasi berdasarkan persyaratan : 1). informasi tepat waktu, 2).informasi yang relavan, 3). Informasi yang bernilai 4). Informasi yang dapat dipercaya
  2. Informasi berdarkan dimensi: 1). Informasi masa lalu 2). Informasi masa kini.
  3. Informasi berdarkan sasaran 1). Informasi individual dan 2). Informasi komunitas
  4. Transformasi informasi

Transformasi informasi adalah komponen proses dalam pengelolaan sistem informasi yang berfungsi memproses data menjadi informasi sehingga dapat  dihasilkan produk informasi  yang diperlukan  bagi para pemakai informasi.

Transfortasi informasi pada hakekatnya merupakan suatu proses pengubahan wujud,sifat,dan ciri-ciri  data menjadi informasi yang selanjutnya disajikan atau secara visual untuk disebarluaskan atau didokumentasikan.

  • Dimensi Informasi

            Menurut Raymond McLeod,Jr. Dan George P . Schell (2008:43) dimensi informasi yang akan menambah nilai dari informasi tersebut,diantarnya:

  1. Relevansi : Informasi memiliki relevnasi jika informasi tersebut berhubungan dengan masalah yang di hadapi,pengguna seharusnya dapat memilih data yang diperlukan tanpa harus melewati dahulu sejumlah fakta-fakta yang tidak berhubungan. Data yang relevan dengan pengambilan keputusan yang akan diambil saja yang akan  disebut dengan”informasi”.
  2. Akurasi : Seluruh informasi harus akurat,akan tetapi,fitur-fitur yang memberikan kontribusi kepada tingkat akurasi sistem akan menambah biaya dari sistem informasi tersebut.
  3. Ketepatan waktu : Informasi hendaknya tersedia untuk pengambilan keputusan sebelum situasi yang genting berkembang atau hilangnya peluang yang ada.Para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi  yang menguraikan apa yang sedang terjadi,selain dari apa yang telah terjadi pada masa lalu.
  4. Kelengkapan: Para pengguna hendaknya menerima informasi yang menyajikan suatu gambaran lengkap  atas suatu masalah tertentu atau solusinya.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sumber daya hasil dari suatu pengolahan data yang akan memberikan manfaat dalam pengambilan keputusan.

Perencanaan dan Klasifikasi Sistem Infomasi

Tata Sutabri, S.Kom.,MM. (2005:44) mengungkapkan “Perencanaan sistem informasi yang diterjemahkan dari informastian system planning (ISP) mencerminkan bagaiman menerapkan pengetahuan tentang sistem informasi kedalam organisasi. Dibawah ini terdapat bahan perencanaan sistem informasi yang berdasarkan tingkatan-tingkatan.

Tingkat I         : Ide, mengetahui perlu adanya perubahan

Tingkat II        : Design, merancang cara pemecahannya

Tingkat III      : Pelakasanaan, menerapkan design ke dalam sistem

Tingkat IV      : Kontrol, memeriksa perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan semula.

Tingkat VI    : Tindak lanjut, melaksanakan perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada

Klasifikasi Sistem Infomasi

Sebuah sistem informasi adalah cukup terpadu dan saling berhubungan sehingga harus dipandang sebagasi sebuah sistem tunggal. Akan tetapi, sistem informasi pun dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai area/levelnya. Ada beberapa cara untuk mengelompokkan sistem informasi. Klasifikasi yang dipakai antara lain didasarkan pada :

Sebuah sistem informasi adalah cukup terpadu dan saling berhubungan sehingga harus dipandang sebagasi sebuah sistem tunggal. Akan tetapi, sistem informasi pun dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai area/levelnya. Ada beberapa cara untuk mengelompokkan sistem informasi. Klasifikasi yang dipakai antara lain didasarkan pada :

  1. Level organisasi

Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi sistem informasi departemen, sistem informasi perusahaan, dan sistem informasi antar organisasi.

  1. Area fungsional.

Dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

  1. Dukungan yang diberikan

Sistem informasi berdasarkan dukungan yang diberikan kepada pemakai sistem informasi yang digunakan pada semua area funfsional dalam organisasi dapat dikasifikasikan sebagai berikut : sistem pemprosesan transaksi (transaction processing system / TPS), sistem informasi manajemen (management information system / MIS). Sistem pendukung keputusan (decision support system/ DSS), sistem pendukung kelompok (group support system / GSS). Sistem pendukung cerdas (intelligent support system / ISS).

  1. Arsitektur sistem informasi

Sistem informasi menurut arsitektur sistem yang mendasarinya, dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sistem berbasis mainframe, sistem computer pribadi (personal computer)  tunggal, sistem tersebar atau sistem kumputasi jaringan

  1. Sistem informasi geografis

Sistem informasi geografis (geografics information system/ GIS) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis.

  1. Sistem ERP

Sistem ERP (enterprise resource planning) adalah aplikasi bisnis terintegrasi (sistem informasi terintegrasi) dna umumnya dapat dipakai utnuk menangani kebanyakan bisnis.

Komponen Sistem Informasi Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai komponen sistem informasi menurut beberapa ahli yang bisa dijadikan rujukan untuk bahan bacaan, maupun penelitian Anda.

Sistem informasi  mempunyai enam buah komponen (Tata Sutabri. S. Kom.,MM..(2005:43) ).

  1. komponen input (input block) merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
  2. Komponen model (model block) kombinasi prosedur, logika, dan matematika yang memproses data yang tersimpan di basis dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
  3. Komponen output (output block) informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
  4. Komponen teknologi (technology block) merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan membantu pengendalian sistem.
  5. Komponen basis data (database block) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database.
  6. Komponen kontrol (control block) pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.

Keenam komponen tersebut harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan (sebagaimana tergambar dalam gambar di bawah ini). Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya. Yaitu menghasilkan informasi yang relavan, atau tepat waktu akurat.

Menurut Abdul Kadir (2006:7). Menungkapkan bahwa dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti :

  1. Perangkat keras (hardware) mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
  2. Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan intstruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
  3. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemprosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
  4. Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemprosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
  5. Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
  6. Jaringan computer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai

Menurut Tata Sutabri, S.Kom.,MM. (2005:43), sumber informasi untuk pengambilan keputusan manajemen bisa didapat dari informasi internal dan informasi eksternal. Informasi internal dapat diperoleh dari sistem informasi yang berupa hasil Pengolaan Data ElektroniK (PDE). SIM merupakan suatu sistem yang melakukan fungsi-fungsi untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi.

Pengertian Sistem Informasi Menurut Definisi Para Ahli

Pengertian sistem informasi menurut definisi para ahli adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen  dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen..

Definisi sistem informasi menurut Laudon dalam Azhar Susanto (2008:52) mengatakan bahwa: “sistem informasi merupakan komponen – komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengendalian.”

Susanto (2004:54) memaparkan bahwa “sistem informasi kumpulan dari sub sistem fisik maupun fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan yaitu mengolah data menajdi informasi yang berguna”. Sastradipoera (2001:30) berpendapat bahwa “sistem informasi adalah seperangkat prosedur yang terorganisasi dengan sistematik yang jika dilaksanakan akan menyediakan informasi yang simanfaatkan dalam proses pembuatan keputusan dan proses pengawasan.

Tata Sutabri (2005:42) mendefinisikan sistem informasi sebagai “Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemuan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, menukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.Tugas dari sistem informasi adalah untuk melakukan siklus pengolahan data. Untuk melakukan siklus ini , maka sebagai suatu sistem diperlukan komponen-komponen tertentu.

Telah diketahui data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang berguna lewat suatu siklus. Menurut Jogiyanto (2005:40) Siklus ini disebut dengan siklus pengolahan data atau disebut dengan nama siklus informasi :

Nah, demikian beberapa pengertian sistem informasi menurut definisi para ahli. Dengan adanya gambar diatas, semoga bisa memudahkan kawan-kawan untuk memahaminya lebih mudah.

 

 

Karakteristik Sistem Menurut Para Ahli

Setelah mengenal pengertiannya, tentu Anda juga perlu mengetahui karakteristik sistem menurut para ahli yakni, Tata Sutabri, S.Kom.,MM dan Jogiyanto. Berikut ulasannya.

Suatu sistem mempunyai karakteristik. Tata Sutabri, S.Kom.,MM, (2005:11) mengungkapkan bahwa ada beberapa karakteristik sistem, yaitu :

  1. komponen (components) atau subsitem-subsitem komponen sistem (components) atau subsistem-subsistem
  2. Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut “supra sistem”
  3. Batas sistem (boundary)

Batas sistem (boundary) Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membetasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

  1. Lingkungan luar sistem (environment)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energy bagi sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Jika tidak dikendalikan, maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.

  1. Penghubung sistem (interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat terjadi integrasi yang akan satu kesatuan

  1. Masukan sistem (input)

Energi yang dimasukkan ked ala sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).

  1. Keluaran sistem (output)

Hasil energi yang dioalah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain.

  1. Pengolahan sistem (procsess)

suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

  1. Sasaran sistem (Obejctive)

suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministic. Jika suatu sistem memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Dari beberapa definisi para ahli tersebut. Maka dapat penulis simpulkan bahwa pendekatan sistem adalah kumpulan atau sekelompok objek yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan. membentuk suatu kesatuan bekerja, berfungsi dan bergerak harmonis untuk mencapai satu tujuan.

Gambar Karakteristik Sistem

Demikianlah Karakteristik Sistem Menurut Para Ahli Tata Sutabri, S.Kom.,MM dan Jogiyanto. Semoga bermanfaat.

Pengertian Sistem Menurut Definisi Para Ahli

Pengertian sistem menurut definisi para ahli adalah sebagai sesuatu yang diciptakan untuk menjalankan sesuatu hal yang rutin dijalankan. Sistem merupakan kumpulan dari bagian-bagian sistem yang lebih kecil yang disebut subsistem. Dan subsistem itu sendiri merupakan unsur-unsur yang dirangkaikan menjadi struktur sistem.

Menurut McLeod dan Schell (2008:27) sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Jogiyanto (2005 :34) mendefinisikan “sistem dengan pendekatan prosedur sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Sedangkan definisi sistem dengan pendekatan komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Sementara itu menurut Gordon B. Davis (Moekjijat 2005:3) bahwa sistem adalah “system can abstract or physical. An abstrack system is anorderly arrangement of interdependent ideas or constructr. For example, a system of theology is an oderly arrangement of ideas about god, man, etc. a physical system is a set ofelements which operate together to accomplishan objective. ( Sistem dapat abstrak atau fisik. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan Tuhan, manusia dan sebagainya. Sistem yang bersifat fisik adalah serangkaian unsur yang bekerja sama untuk mencapai satu tujuan)”.

Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atua variable yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Atau suatu sistem dapat didefinisikan yang berinteraksi untuk mencapai tujuan (Tata Sutabri, S.Kom.,MM,2005:2)

Sementara dalam bukunya Tata Sutabri, S.Kom.,MM, (2005:8) mendefinisikan sistem secara umum , yaitu sebagai berikut :

  1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur. Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil. Yang terdiri pula dari kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.
  2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu dengan yang lain dan sifat serta kerja sama antara unsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.
  3. Unsur sistem tersebut bekerjasama untuk mencapai tujuan sistem. Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu.
  4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Tujuan, Prinsip, Fungsi, dan Keuntungan Teknologi Informasi

Tujuan dari teknologi yaitu memecahkan masalah, membuka kreativitas, efektivitas dan  efisiensi.

Prinsip teknologi informasi yaitu High-Tech-High Touch. Sedangkan untuk fungsi teknologi  informasi adalah sebagai berikut :

  1. Menangkap (Capture)
  2. Mengolah (Processing)
  3. Menghasilkan (Generating)
  4. Menyimpan (Storange)
  5. Mencari Kembali (Retrieval)
  6. Melakukan transmisi (Transmission)

Keuntungan teknologi informasi yaitu, speed, consistency, precision, reability. Teknologi informasi dalam berbagai bidang seperti akuntansi, keuangan (finance), marketing, alat Negara termasuk kepolisian.

Alat Teknologi Informasi Komputer

Menurut Sanders (Hartanto, 2002:1) mendefinisikan bahwa : “Komputer adalah sistem elektronik untuk memanupulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya tepat secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori ( stoted program)”.

Hamacher dan Vrasenic (Hartono, 2002:2) mengungkapkan bahwa “ Komputer adalah mesin penghitung cepat dan dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya dan menghasilakn informasi”.

Dalam buku Hartanto (2002:2) yang ditulis oleh Hartanto mengatakan “ Komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan yang besar dan cepat, termasuk aritmatika atau operasi logika tanpa campur tangan dari manusia mengoperasikan salama pemrosesan”.

Pengertian Komputer lebih spesifik Komarudin Sastradipoera (2001:64) menjelaskan bahwa : “ Komputer adalah suatu satuan perangkat elektronik yang mempunya kemampuan dan kecepatan yang mendekati cahaya dalam melaksanakan kalkulasi. Memulih, membandingkan dan memproses data dengan angka-angka dan huruf-huruf yang dengan otomatis dapat memecahkan masalah dengan cara matematika”

Agar komputer dapat digunakan untuk mengolah data , maka harus berbentuk sistem komputer (Komputer Sistem). Sistem komputer adalah sekelompok elemen-elemen yang saling berhubungan dan bekerja dengan cepat untuk memproses data dalam suatu program tersimpan pada memori sehingga menghasilkan informasi.

Tujuan utama dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi. Agar tujuan tersebut dapat dilakukan , maka komputer harus memiliki elemen-elemen yang mendukungnya. Adapun elemen-elemen komputer  itu terdiri dari perangkat keras (hardware). Perangkat lunak (software) dan manusia sebagai pengguna/ user yang terlibar dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer (brainware).

Komponen Teknologi Informasi Menurut Jogiyanto

Jogiyanto (2005:52) mengungkapkan bahwa: “komponen teknologi informasi dapat dikelompokkan kedalam dua macam kategori, yaitu teknologi sistem informasi komputer ( perangkat keras dan perangkat lunak) teknologi telekomunikasi”.

Nah, berikut beberapa komponen tersebut:

  • Teknologi Berbasis Komputer

Istilah computer diambil dari bahasa latin “computer” yang berarti menghitung. Dalam bahasa Italia , komputer ialah “calculatore”, yang berarti pentortiran.

Kata komputer semula digunakan untuk menggambarkan orang yang pekerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu. Pada awalnya pengolahan informasi dihubungkan dengan masalah aritmatika, tetapi computer modern digunakan untuk bannya tugas yang tidak berhubungan dengan aritmatika, karena itu kemudian kata Komputer lebih diarahkan pada mesin itu sendiri.

Istilah komputer dalam arti luas adalah suatu pemroses informasi atau sistem pengolahan informasi .

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa computer adalah

  • Sistem elektronik
  • Menyimpan data input
  • Memproses data
  • Menghasilkan data ouput
  • Proses cepat
  • Mempunyai program yang tersimpan di memori
  • Dapat memecahkan masalah dengan matematika

Ketiga elemen pendukung sistem komputer tersebut harus dijalankan bersama-sama membentuk suatu kesatuan karena sering berhubungan satu sama lain. Tanpa adanya software, hardware tidak dapat berfungsi dan hanya berupa benda mati saja. Software tanpa hardware merupakan kode-kode komputer saja dan tidak dapat menggerakan hardware. Hardware yang sudah didukung oleh software pun tidka akan berfugsi jika tidak ada manusia sebagai brainware yang mengoperasikannya.

Jogiyanto (2005:127)  pun berpendapat seperti diatas bahwa : Komputer sebagai suatu sistem, terdiri dari subsitem-subsitem yang saling berhubungan sehingga dapat memiliki satu tujuan dalam melaksanakan tugas yang diberikan. subsitem-subsitem yang dimaksud antara lain adalah seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini yaitu hardware (perangkat keras), software( perangkat lunak), brainware (manusia sebagai perangkat akal), prosedur dan sumber daya.

Dari berbagai pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi sistem komputer adalah teknologi yang dapat memproses, menyimpan dan menghasilkan data yang tersusun dari berbagai subsistem-subsistem seperti hardware, software, brainware yang saling berhubungan, bergerak harmonis dan membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan.

  • Teknologi Telekomunikasi/Komunikasi

Teknologi komunikasi atau biasa disebut juga teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dnegan komunikasi jarak jauh. Di dalam sistem telekomunikasi, istilah jaringan kerja (network) digunakan bila paling sedikit ada dua atau lebih alat-alat dihubungkan satu sama lainnya.