Pengertian dan Langkah Untuk Melakukan Uji Validitas Konstrak

Validitas konstruk adalah hasil validasi yang dilakukan dalam dua tahapan yaitu tahapan pertama berupa analisis kualitatif dengan penelusuran kesesuaian konsep teoritik dari atribut yang diukur dengan instrumennya itu sendiri. Metode validasi ini dilakukan melalui proses analisis untuk menemukan hubungan antara criteria  khususnya item dalam criteria itu dengan konstruk teoritik tentang atribut yang akan diukur dengan alat tersebut.

Tahapan kedua dilaksanakan dengan analisis kuantitatif melalui pengujian criteria atas data hasil pengukuran sebagai hasil try out (uji coba) tes itu terhadap sejumlah individu yang merupakan bagian dari populasi yang diukur. Proses validasi diawali dengan identifikasi mengenai atribut psikologis yang akan diukur yang dinyatakan dengan suatu konstruk dalam rumusan definisi konseptual berdasar suatu konsep teoritik tertentu. Kemudian dilakukan analisis statistik setelah criteria diuji cobakan pada sampel yang mewakili populasi sasaran subjek pengukuran. (Hasanudin Noor : 2009) Pada penelitian ini, peneliti melakukan uji validitas dengan cara menyamakan persepsi dengan beberapa koresponden.

Uji validitas adalah untuk mengetahui apakah alat ukur tersebut memiliki taraf kesesuaian dan ketepatan dalam melakukan penelitian, atau dengan kata lain apakah alat ukur tersebut sudah benar-benar mengukur apa yang hendak diukur.

Beberapa langkah yang ditempuh dalam uji validitas ini antara lain:

  1. Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur.
  2. Melakukan uji coba alat ukur kepada sejumlah responden.
  3. Mempersiapkan tabel.
  4. Menghitung korelasi antar skor masing-masing pernyataan dengan skor total, yaitu dengan menggunakan rumus chi square.

Menurut Kaplan suatu pertanyaan dikatakan valid dan dapat mengukur kriteria penelitian yang dimaksud jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan 0,3. Berdasarkan hasil korelasi antara skor tiap item dengan skor total item (uji validitas), maka dapat diketahui item-item mana yang valid dan tidak valid berdasarkan kriteria :

  • Bila rs ‚Č• 0,3, maka item tersebut dikatakan valid
  • Bila rs < 0,3, maka item tersebut dikatakan tidak valid

Item yang valid dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Sedangkan item yang tidak valid tidak dapat digunakan (dibuang) atau diperbaiki.

Pengertian Uji Validitas dan Reliabilitas Menurut Definisi Para Ahli

Uji validitas dan reliabilitas adalah salah satu hal yang penting untuk menunjang hasil dari sebuah penelitian. Oleh karena itu, tentu memiliki peranan yang sangat signifikan. berikut ulasan menurut para pakar ahli :

Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur tersebut memiliki ketepatan dalam melakukan pengukuran, atau dengan kata lain apakah alat ukur tersebut dapat benar-benar mengukur apa yang hendak diukur (Suharsimi Arikunto 2010). Cara untuk mengetahui validitas suatu alat ukur adalah dengan cara mengkorelasikan antara skor yang diperoleh pada masing-masing item dengan skor total. Skor total adalah nilai yang diperoleh dari hasil penjumlahan semua skor item. Korelasi antara skor item dengan skor total haruslah signifikan berdasarkan ukuran statistik tertentu. Bila sekiranya skor semua item yang disusun berdasarkan konsep berkorelasi dengan skor total, maka dapat dikatakan bahwa alat ukur tersebut mempunyai validitas atau dengan kata lain bila terdapat korelasi positif antara skor tiap item dengan skor total, maka hubungan yang ada sifatnya konsisten atau sejalan dengan konsep teoritiknya.

Proses validasi diawali dengan identifikasi mengenai atribut yang akan diukur yang dinyatakan dengan suatu konstruk dalam rumusan definisi konseptual berdasar suatu konsep teoritik tertentu. Kemudian dilakukan analisis statistik setelah criteria diuji cobakan pada sampel yang mewakili populasi sasaran subjek pengukuran. (Hasanudin Noor : 2009)

Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan, yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten (Djamaludin Ancok, 1989). Reliabilitas untuk mengetahui sejauh mana alat ukur yang digunakan tersebut memilliki taraf ketelitian, kepercayaan, kekonstanan ataupun kestabilan.

Bila suatu alat ukur dapat digunakan dua kali untuk mengukur gejala yang sama dengah hasil yang pengukuran yang relatif konsisten, maka alat ukur tersebut reliabel. Dalam aplikasinya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00 berati semakin tinggi reliabilitasnya. Juga sebaliknyam jika semakin rendah koefisien reliabilitas mendekati angka 0 berati semakin rendah reliabilitasnya.