Pengertian dan Fungsi Komunikasi Menurut Definisi Para Ahli

Posted on

Pengertian komunikasi secara khusus menurut Carl I. Hovland, yang dikutip Onong U. Effendy, “Communication is the process to modify the behaviour of her individuals. Komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain “ (Effendy, 1997 : 10.). Melalui komunikasi, komunikator dapat mempengaruhi pola pikir hingga merubah tingkah laku komunikan, sesuai keinginan komunikator.

We can’t not Communicate (kita tidak dapat tidak berkomunikasi). Pernyataan tersebut menegaskan pada kita bahwa manusia tidak pernah bisa tidak berkomunikasi. Pernyataan verbal manusia dengan mudah didengar dan mungkin dipahami orang lain namun sering kali, kendati seseorang itu tidak berkata apa-apa tetapi tindakan, raut wajah, tatapan mata, dan tingkah lakunya mengatakan sesuatu yang membuat orang lain menjadi tahu apa yang sebenarnya ingin dia sampaikan. Pesan komunikasi tidak hanya disampaikan dalam bentuk verbal tetapi ada pesan non verbal, yang justru bagi sebagian orang pesan non verbal lebih dipercaya, karena dianggap lebih jujur, spontan, dan tidak dibuat-buat.

Istilah komunikasi atau dalam bahasa inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna. Maka, jika kita melakukan komunikasi dengan satu pihak haruslah mempunyai kesamaan makna dengan pihak lain mengenai objek tertentu. Sama makna bukan berarti sama bahasa, melainkan diantara pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi memiliki cara pandang yang sama mengenai suatu objek.

Proses Komunikasi

Proses komunikasi menurut Aristoteles, seperti dikutip Ronald L. Applbaum dkk, terdiri atas tiga komponen, yaitu :

  • The person who speak (source)
  • The speech that the produces (message)
  • The person who listens (receiver/audiance)

(L. Applbaum, 73 : 35).

Ruang dan waktu tidak lagi menjadi kendala, karena kapan dan dimanapun manusia berada dapat melakukan komunikasi. Betapapun banyak dan tersebar sasarannya, pesan dapat disampaikan dalam waktu yang relatif cepat, hal ini terwujud karena adanya media komunikasi, baik cetak maupun elektronik. Feedback atau umpan balik komunikan terhadap pesan komunikator akan terlihat beberapa saat setelah pesan itu disebarkan. Feedback sangat penting bagi komunikator, sebagai bahan evaluasi tingkat keberhasilannya dalam menyampaikan pesan.

Unsur komunikasi menurut Lasswell, seperti dikutip oleh Onong U. Effendy, dalam Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, terdiri atas :

  1. Komunikator (communicator, source, sender)
  2. Pesan (message)
  3. Media (channel, media)
  4. Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient)
  5. Efek (effect, impact, influence) (Effendy, 1997 : 10)

Proses komunikasi menurut Onong U. Effendy, terbagi menjadi dua tahap, yaitu :

  1. Proses Komunikasi secara Primer

“ Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media “ (Effendy, 1997 : 11). Pikiran dan perasaan komunikator terhadap komunikan, disampaikan dalam bentuk bahasa, isyarat, gambar, dan warna.

Jika sasaran komunikasi adalah individu atau kelompok, yang memungkinkan keduanya bertemu dan bertatap muka, maka proses komunikasi secara primer akan terjadi. Dalam komunikasi tatap muka (face to face communication) terjadi proses komunikasi secara primer. Komunikator dan komunikan secara langsung berinteraksi dan pada saat itu juga dapat mengetahui respon (feedback) komunikannya berkenaan dengan pesan yang disampaikan.

  1. Proses Komunikasi secara Sekunder

Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak (Effendy, 1997 : 16).

Komunikasi sekunder menitikberatkan peran media sebagai penyampai pesan komunikator kepada komunikan. Media massa khususnya, memiliki jangkauan sangat luas dan waktu yang diperlukan untuk menyebarkan informasi relatif sedikit, oleh karena itu, jika pesan ingin disampaikan secara luas, serentak, dan cepat media massa adalah jawaban terbaik. Dengan sekali penyampaian di media massa, pesan dengan cepat dapat tersebar. Pilihlah media yang tepat, cetak maupun elektronik yang dianggap paling mempresentasikan gagasan, ide, maupun perasaan komunikator kepada komunikan. Sampaikan pesan dengan singkat dan padat, agar mudah diingat dan dimengerti.

Kekurangan komunikasi bermedia adalah umpan balik yang tertunda (delayed feedback). Umpan balik akan timbul beberapa saat, hari, minggu, bahkan bulan setelah pesan itu disampaiakan. Selama tenggat waktu itulah, komunikator harus terus mengulik dan merumuskan langkah selanjutnya agar pesan yang disampaikan benar-benar dapat diterima dan diingat komunikan. Hingga pada akhirnya menunjukkan umpan balik positif sesuai dengan yang diharapkan komunikator dan tujuan awal dilakukannnya kegiatan komunikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.