Pengertian Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)

Posted on

Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) menurut definisi para ahli adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun non verbal “ (Mulyana, 2000 : 73). Komunikasi antarpribadi menuntut atensi yang tinggi dari setiap individu yang terlibat. Setiap detil yang terjadi, baik verbal maupun non verbal akan menimbulkan interpretasi yag berbeda bagi setiap individu yang terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan komunikasi antarpribadi terhadap anak hiperaktif dilakukan sesuai dengan model komunikasi interpersonal yang dikemukakan Devito, seperti dikutip oleh Koesdarini Soemiati, bahwa komponen penting terlibat dalam komunikasi antar pribadi diantaranya, “ 1. Konteks, yaitu pengaruh lingkungan pada waktu berlangsungnya komunikasi, sedikitnya ada empat macam yaitu konteks fisik, konteks sosial, konteks psikologis, konteks waktu.

  1. Ruang lingkup 3. Pengirim/sumber. 4. Pesan. 5. Penerima. 6. Efek. 7. Umpan Balik “ (Soemiati, 1982 : 9).

Konteks : Adalah kondisi yang dapat mempengaruhi kegiatan komunikasi. Sedikitnya ada empat macam konteks yang sangat berperan dalam kegiatan komunikasi antarpribadi, yaitu :

  1. Konteks fisik : Konteks fisik mewakili dimana kegiatan komunikasi tersebut berlangsung, apakah di kelas, ruang tamu, atau taman terbuka. Tempat akan sangat berpengaruh jika hubungan diantara individu relatif renggang atau terjadi konflik. Orang yang terlibat konflik akan memilih tempat tertentu yang dianggap netral, aman untuk berkomunikasi, bagi mereka tempat adalah faktor yang sangat panting. Sebaliknya, orang yang hubungannya akrab dimanapun mereka dapat berkomunikasi, tempat bukanlah masalah utama.
  1. Konteks sosial : Konteks sosial menyangkut peran seseorang, budaya, norma, dan etika dimana mereka berkomunikasi. Rakhmat menegaskan, “ Hubungan interpersonal akan berkembang baik bila setiap individu bertindak sesuai dengan ekspedisi peranan (role expectation) dan tuntutan peranan “ (Rakhmat, 1999 : 122).
  2. Konteks psikologis : Menyangkut keadaan emosi komunikator maupun komunikan, apakah sedang marah, sedih, bingung, atau gembira. Hal tersebut penting untuk diketahui komunikator agar pesan yang disampaikan diterima secara positif oleh
  3. Konteks waktu : Ada saat-saat tertentu yang bagi sebagian orang dianggap baik untuk berkomunikasi, namun itu sangat subjektif dan dapat dirumuskan

Ruang lingkup pengalaman : Setiap individu pasti memiliki pengalaman yang berbeda, kendati sekelompok orang mengalami peristiwa yang sama, namun masing-masing individu akan memberikan makna yang berbeda pada peristiwa tersebut. Lingkungan, pendidikan, dan banyak faktor lain yang mendasarinya.

Pengirim/sumber : Terapis maupun anak hiperaktif secara bergantian berperan menjadi komunikator maupun komunikan. Pada komunikasi antarpribadi setiap individu berkesempatan menjadi komunikator dan komunikan secara bergantian.

Pesan : Informasi/berita yang dikemas kemudian disampaikan pada sasarannya. Pesan yang disampaikan secara singkat, jelas, dan jujur akan mudah difahami.

Penerima : Orang yang menjadi sasaran kegiatan komunikasi antarpribadi. Hal ini tergantung pada siapa yang sedang berbicara dan siapa yang menjadi pendengar saat komunikasi.

Efek : Dampak dari kegiatan komunikasi. Efek yang timbul dapat dilihat dari sikap maupun tindakan komunikan.

Umpan balik : Respon komunikan terhadap pesan komunikator. Misal, mengernyitkan kening saat mendengarkan pesan, menganggukan kepala, atau acungan tangan.

Tujuan komunikasi antarpribadi menurut Devito, “ Personal discovery, discovery of the external world, eshtablishing miningful relationship, and changing attitudes and behaviours “ (Devito, 1978 : 263).

Menemukan jati diri. Seseorang akan terus belajar dan mencari tahu hal-hal baru di luar dan di dalam dirinya, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas diri dan ia akan terus berusaha untuk mengaktualisasikan diri, sebagai manifestasi eksistensi dirinya.

Mengetahui lingkungan di luar dirinya, yaitu lingkungan sosial. Banyak peristiwa terjadi dan banyak sekali ilmu pengetahuan yang kita dapatkan yang berawal dari komunikasi antarpribadi.

Hubungan sosial. merupakan suatu kebutuhan manusia sebagai mahkluk sosial, untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Kita membutuhkan kawan yang dapat diajak diskusi dan berbagi, hubungan sosial yang erat merupakan kebutuhan setiap manusia. Komunikasi antarpribadi adalah langkah yang perlu dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Merubah kebiasaan dan tingkah laku. Tidak mudah untuk merubah kebiasaan seseorang, perlu waktu panjang. Namun jika teknik dan strategi komunikasi yang dilakukan tepat, maka cepat atau lambat komunikator akan dapat melihat perubahan sikap, bahkan tindakan komunikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.